Kick Off Zona Integritas 2026, Rektor Unhas Tekankan Budaya Layanan Prima dan Bebas dari Korupsi

folder_openNews
Kick Off Zona Integritas 2026

Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi memulai pelaksanaan Zona Integritas (ZI) Tahun 2026 melalui kegiatan kick off yang digelar di Ruang Rapat Senat Lantai 2, Gedung Rektorat Unhas, Kampus Tamalanrea, Senin (2/2/2026). Dalam kesempatan tersebut, Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia (SDM) dan peningkatan mutu layanan publik menjadi fondasi utama keberhasilan pembangunan Zona Integritas.

Kegiatan ini dipimpin oleh Sekretaris Universitas Hasanuddin, Prof. Ir. Sumbangan Baja, M.Phil., Ph.D, serta dihadiri para pimpinan unit kerja di lingkungan Unhas, mulai dari Dekan dan Wakil Dekan, Ketua Lembaga, Direktur, hingga Tim Pelaksana Pembangunan Zona Integritas. Turut hadir Ketua Satuan Pengawas Internal (SPI) Unhas, Prof. Dr. Andi Kusumawati, SE., M.Si., Ak., CA., Tim Penilai Perguruan Tinggi Negeri (TP-PTN) ZI Unhas, serta tim pendukung lainnya.

Dalam laporannya, Prof. Sumbangan Baja menyampaikan bahwa tingkat partisipasi fakultas di Unhas dalam pelaksanaan Zona Integritas tergolong tinggi. Bahkan, dari sisi jumlah unit kerja, Unhas telah melampaui target indikator yang ditetapkan kementerian, yakni minimal 50 persen unit kerja.

“Secara kuantitas, unit kerja di Unhas sudah melebihi batas minimal yang dipersyaratkan. Kami berharap seluruh unit segera menuntaskan pengisian dan kelengkapan dokumen Zona Integritas sesuai ketentuan dan tenggat waktu yang ditetapkan,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Jamaluddin Jompa dalam arahannya menekankan bahwa keberhasilan Zona Integritas sangat ditentukan oleh kualitas SDM. Ia meminta para pimpinan unit untuk aktif membangun budaya kerja baru yang berorientasi pada pelayanan prima, profesional, serta bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Menurutnya, penguatan kapasitas SDM harus dilakukan secara berkesinambungan agar mampu mendorong tata kelola yang akuntabel dan transparan. “SDM yang unggul akan menentukan kualitas tata kelola institusi. Setiap perencanaan dan program harus benar-benar diimplementasikan dan memberi dampak nyata terhadap peningkatan kualitas layanan publik,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, perwakilan TP-PTN ZI Unhas, Ishaq Rahman, S.I.P., M.Si, memaparkan perkembangan pembangunan Zona Integritas sepanjang 2025 sekaligus strategi yang disiapkan untuk tahun 2026. Ia mengungkapkan bahwa pada 2025, Kementerian Dikti Saintek mengusulkan lima fakultas dari seluruh PTN di Indonesia untuk meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), dan tiga di antaranya berasal dari Unhas.

Ketiga fakultas tersebut adalah Fakultas Kedokteran, Fakultas Kesehatan Masyarakat, dan Fakultas Kehutanan. Capaian ini menjadi modal optimisme bagi Unhas untuk meraih predikat WBK pada 2026.

Saat ini, Unhas tengah melakukan pembenahan tata kelola dan peningkatan kualitas layanan secara intensif pada 20 unit kerja, yang terdiri atas 18 fakultas dan dua rumah sakit, sebagai bagian dari komitmen mewujudkan institusi berintegritas dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.

Related Posts

Rapat Pembahasan Penyusunan Peraturan Thematic Research Group

Universitas Hasanuddin melalui Biro Hukum dan Kelembagaan menyelenggarakan Rapat Penyusunan Peraturan Thematic Research Group (TRG) sebagai upaya penguatan tata kelola riset tematik di lingkungan Unhas. Kegiatan ini bertempat di Ruang…
keyboard_arrow_up